Cerita Seru - Kumpulan Cerita Seru, Cerita Nyata, Cerita Asyik dan Cerita Horor.
Santri : Kita semua percayakan sepenuhnya pada ahlinya sunat, rekan saya ini saja. Tidak perlu diperlihatkan bukti sunatnya kan? (hadirin tertawa lagi)
Santri : Yang jelas kita semua semakin yakin bahwa beliau bapak pendeta adalah benar benar pengikut Yesus sejati yang sungguh sungguh mempraktekkan ajaran Alkitab dengan sepenuh hati. Puji Tuhan,.... Hidup pak pendeta,...hidup para pengikut Yesus yang setia..... (Suara tawa berubah menjadi gemuruh teriakan puji Tuhan)
Santri : Sekarang marilah kita lanjutkan,...
Pendeta : Maaf saya boleh menyela sebentar, Mas Santri bisa langsung umumkan keinginan pribadi dan teman teman untuk menjadi pengikut Yesus, sebagaimana yang kemarin diceritakan pada saya?
Santri : Betul, Pak,.... tadi saya baru mbatin saja untuk langsung ke tema "menjadi pengikut Yesus". Saya baru mbatin eeeh pak Pendeta sudah tahu. Orang jawa bilang "weruh sakdurunge winarah". Lha saya kalau sudah dikasih tau macam itu, ya harus cepat tanggap. Kalau tidak, saya malah menjadi orang yang sudah winarah tapi gak weruh weruh"...
(hadirin tertawa)
Santri : Baiklah saya sampaikan kemarin pak pendeta telah mendengar sendiri bahwa saya dan teman-teman ini bersedia menjadi pengikut Yesus yang setia mengamalkan isi Alkitab. Bukan begitu pak pendeta?
(santri menoleh ke arah pendeta membungkuk dan tersenyum. Pak pendeta mengangguk dan tersenyum. Hadirin berteriak membahana Puji Tuhan Puji Tuhan)
Santri : Nah, yang ada ditangan saya ini adalah Alkitab pemberian pak Pendeta. Saya akan bacakan kembali perihal sunat dalam Kitab ini. Seperti kita ketahui para leluhur Yesus dari bangsa Israel semuanya bersunat. Yesus dan para pengikutnya di zaman itu semuanya bersunat. Dan hari ini pak pendeta telah menyempurnakan statusnya sebagai pengikut Yesus dengan bersunat di hadapan kita semua. Saya sendiri dan kawan-kawan sudah disunat sejak kami masih kecil sebagaimana Yesus juga disunat ketika berumur 8 hari. Jadi untuk soal sunat, kami dan pak pendeta sudah sama dengan Yesus. Sama pula dengan leluhur Yesus dari bangsa Israel.
(hadirin mendengarkan dengan seksama. Ada yang bengong. Ada yang mengangguk-angguk entah paham atau mengantuk)
Santri : Dalam Alkitab Galatia 5 ayat 2-4, disebutkan.... oh maaf saya mohon pak Pendeta yang membacakan saja biar lebih lancar.
(Pendeta menerima alkitab itu dan membacakannya)
Pendeta : Sesungguhnya, Aku, Paulus, Berkata Kepadamu: Jikalau Kamu Menyunatkan Dirimu, Kristus Sama Sekali Tidak Akan Berguna Bagimu. Sekali Lagi Aku Katakan Kepada Setiap Orang Yang Menyunatkan Dirinya, Bahwa Ia Wajib Melakukan Seluruh Hukum Taurat. Kamu Lepas Dari Kristus, Jikalau Kamu Mengharapkan Kebenaran Oleh Hukum Taurat; Kamu Hidup Di Luar Kasih Karunia. ( Galatia 5:2-4 )
Santri : Kita dengar bersama, rasul Paulus mengatakan, pertama :semua orang yang sunat termasuk saya, kawan saya, pak pendeta, Yesus, para leluhur Yesus,....kita semua wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kedua kalau kita taat hukum Taurat maka Kristus tak berguna atau kita lepas dari Kristus. Coba perhatikan.
Yesus bersunat maka wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Karena taat hukum Taurat makan Kristus tak berguna bagi Yesus.
Coba dipikirkan dulu, Yang benar mana? Pengikut Yesus itu tidak boleh sunat, atau harus sunat?
Kalau tak boleh sunat, bagaimana dengan pak Pendeta, kan baru saja kita sunat bersama sama? masak iya dibalikkan lagi? Bagaimana juga dengan yang lain? bagaimana dengan murid murid Yesus sendiri zaman dulu?
Oh iya,.. kalau Paulus sendiri sunat atau tidak ya?
Semoga kisah di atas bermanfaat buat para pembaca, apa pun agama itu tujuan baik. Salam Damai~

