Berita Internasional - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, sepakat untuk meningkatkan tekanan pada Korea Utara (Korut) ke tingkat ekstrim. Kesepakatan itu didapatkan setelah keduanya melakukan pembicaraan melalui telepon menyusul peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korut pada Selasa kemarin.
Menurut juru bicara Istana Presiden Korsel, Moon dan Abe mengadakan percakapan telepon sekitar 25 menit. Itu adalah pembicaraan telepon kelima antara kedua pemimpin sejak Moon mulai menjabat pada 10 Mei.
Percakapan telepon diadakan atas permintaan pihak Jepang seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (31/8/2017).
"Selama dialog telepon, Moon dan Abe berbagi pandangan bahwa tekanan pada Korut harus diajukan ke tingkat yang ekstrem untuk mendorong Korut datang ke sebuah meja dialog," ujar juru bicara Moon, Park Soo-hyun. Agen Casino Online
Pandangan bersama itu mengikuti peluncuran uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM), yang disebut Hwasong-12, yang terbang di atas pulau Hokkaido utara Jepang yang dilakukan Korut.
Dewan Keamanan PBB mengutuk peluncuran rudal tersebut. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan semua opsi ada di meja setelah tes IRBM oleh Pyongyang.
"Moon dan Abe juga sepakat untuk mendorong sanksi Dewan Keamanan PBB yang baru terhadap Korut dan melakukan upaya kerja sama dengan China dan Rusia selama proses tersebut," tambah juru bicara tersebut mengatakan.
Sebelumnya China meminta semua pihak yang terlibat dalam isu nuklir Semenanjung Korea untuk tidak memprovokasi satu sama lain dan meningkatkan ketegangan.
"Semua pihak harus menahan diri dan bekerja sama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying dalam sebuah konferensi pers harian saat mengomentari peluncuran rudal oleh Korut. Bandar Casino Online
Ia mengatakan masa lalu telah membuktikan bahwa tekanan dan sanksi saja tidak akan menyelesaikan masalah ini. Isu nuklir Semenanjung ini sudah berlangsung lama, rumit dan kompleks.
"Satu-satunya solusi adalah menyelesaikan masalah keamanan yang sah dari semua pihak secara seimbang melalui dialog. Itulah cara untuk memutus lingkaran setan tes nuklir tanpa henti, peluncuran rudal dan latihan militer," kata Hua.

